kekerasan

Posted in Uncategorized on March 13, 2008 by blevil89
Pak Guru Hajar Isteri di Depan Umum

Ilustrasi pemukulan
Artikel Terkait:

    Kamis, 13 Maret 2008 | 12:19 WIB

    SURABAYA , RABU -  Guru seharusnya bisa memberi contoh yang baik untuk masyarakat. Namun demikian, apa yang diperlihatkan oleh Mas (40) justru berkebalikan dari yang diharapkan.

    Di depan umum, guru SMPN 40 Surabaya ini  tega menendang kepala isterinya LH, 48, hingga sang istri terhuyung-huyung. Belum sampai tubuh LH jatuh ke lantai, Mas menambahinya dengan menjotos pantat LH sehingga tubuh kecil perempuan membentur lantai.

    Akibatnya, LH langsung pingsan di tempat kejadian, tepatnya di depan ruang guru SDN Kedungdoro VII Surabaya. Orang-orang di ruang guru menyaksikan sendiri adegan penyiksaan tersebut.

    Setelah tersadar, LH tak rela atas perlakuan kasar suaminya, yang sudah beberapa tak lagi tinggal bersamanya itu. LH pun melaporkan Mas ke Mapolsekta Tegalsari. Kapolsekta Tegalsari, AKP Bambang Purbo, ketika dikonfirmasi Rabu (12/3), mengakui adanya laporan tersebut.

    “Kami kemudian meminta hasil visum korban untuk menambah laporan polisi yang disampaikan itu,” ujar Bambang.

    Bambang lantas menjelaskan kronologi kejadian yang berlangsung pada 21 Februari lalu itu. Ia mengatakan, pada sekitar pukul 08.00 WIB pagi hari itu, tersangka Mas menghubungi ponsel Lies. Dalam pembicaraan itu, LH mengaku akan pergi ke kantor Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Surabaya di Jl Jagir sendirian. Satu jam kemudian, di perjalanan, Mas melihat LH pergi bersama rekannya sesama guru, seorang pria bernama Bb. Mas tampaknya dibakar cemburu.

    Sekitar pukul 12.00 WIB, saat LH sudah berada di SDN Kedungdoro VII Jl Plemahan, Mas datang menghampiri. Mas langsung menuduh LH berselingkuh. Keduanya pun sempat adu mulut di depan kantor guru SDN Kedungdoro VII.

    Mas naik pintam dan langsung menendang kepala LH dengan kaki kanannya. Dia juga memukul pantat LH.

    “Setelah laporan, visum dan kronologi kejadian juga kami dapat, anggota mengirimkan surat panggilan pemeriksaan untuk tersangka. Tapi tiga kali kami kirim, tersangka ini tidak datang untuk memenuhi panggilan itu,” jelas Bambang.

    Surat pemanggilan itu dialamatkan di tempat tinggal Mas yang saat itu kos sebuah tempat di Jl Dukuh Kupang Timur. Pria yang memiliki tempat tinggal sendiri di Perumahan Candi Loka, Sidoarjo, itu akhirnya dijemput paksa oleh polisi.

    Di kantor polisi, Mas dan LH sempat didamaikan. LH diminta untuk menyelesaikan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu secara kekeluargaan. Tapi LH menolak mencabut laporannya hingga kasus ini diproses lebih lanjut

    Ketika ditemui di Mapolsekta Tegalsari, Rabu (12/3) kemarin, tersangka Mas terlihat tenang. Dia juga mengakui perbuatannya itu, meski menyebut perbuatan itu terjadi spontan begitu saja. “Spontan saja saya tendang dia. Saya kesal, sebelumnya bilang pergi sendirian, eh ternyata sama seorang pria,” ujarnya.

    Ketika ditanya apakah dirinya menyesal, Mas dengan berat mengatakan dia menyesal. Tapi setelah LH menolak menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan dan tidak mau mencabut laporan yang dibuatnya, Mas kembali kesal.

    “Kalau seperti ini (masuk tahanan-red), saya jadi tidak menyesal memukulnya. Hanya kasihan saja,” ungkapnya tenang.

    Saat diingatkan kembali dengan profesinya sebagai guru, yang seharusnya memberi contoh yang baik, Mas hanya tersenyum kecut. Menurutnya, apapun profesinya, dia tetap manusia biasa. “Wajar, kalau punya amarah seperti itu,” imbuhnya sambil menunduk.

    Korban LH sendiri ketika Surya mencoba menemuinya di tempat tinggalnya yang terletak di kawasan Putat Gede Baru, Surabaya, menolak merinci dan mengingat-ingat kembali peristiwa tersebut.

    “Itu sudah lama. Silakan hubungan pengacara saya, Pak Yudi. Dia yang tahu semuanya, termasuk jadwal sidang perceraian saya yang masih belum jelas ini,” ungkap LH, yang memiliki satu anak selama 12 tahun berumahtangga dengan Mas.

    Sementara itu, dari nomor ponsel pengacara yang diberikan korban LH, hingga berita ini ditulis, kontak Surya belum bisa tersambung. LH sendiri mengaku, dirinya sudah menyerahkan permasalahan ini melalui pengacaranya.

    “Saya malu dan sudah capek menghadapi ini semua,” tandas LH, yang mengaku sudah pisah rumah dengan Mas sejak pertengahan 2007 lalu. (SURYA/rie/k3)

     

    sekolah bukan cari ijazah

    Posted in Uncategorized on February 24, 2008 by blevil89
    surat Pembaca
    Sekolah BuCari Ijazah
    kan untuk

    Sekolah merupakan tempat belajar, jadi fungsinya untuk belajar dan bukan tempat mencari ijazah, seperti  yang disampaikan Bapak Suryadarma MPA PhD, Direktur Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Depdiknas belum lama ini sungguh mengejutkan. Mungkin

    Hello world!

    Posted in Uncategorized on February 1, 2008 by blevil89

    Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!